Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2011

Sampeyan Muslim...?????

Pengakuan sebagai Muslim bukanlan klaim terhadap pewarisan,bukan klaim terhadap suatu identitas,juga bukan klaim terhadap suatu penampilan lahir,nelainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam berkomitmen kepada islam dan beradaptasi terhadap islam dalam setiapaspek kehidupan
Seseorang yang telah mengaku sabagai seorang muslim atau beragama islam maka dia harus mengislamkam semua yang ada pada dirinya yang meliputi beberapa aspek antara lain;

1. Harus mengislamkan Aqidahnya,Artinya aqidah seorang muslim harus bersih dari syirik dan mengesakan Allah sebagai satu satu dzat yang hak untuk disembah dan di ibadahi

2. Harus mengislamkan Ibadahnya,Artinya seorang muslim dalam menjalankan ibadah harus sesuai dengan ibadah ibadah yang telah dicontohkan oleh Rosulullah.Tidak boleh menambah atau mengurangi apalagi membuat buat sendiri ibadah yang baru ,karena semua ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rosulullah itu akan tertolak dihadapan Allah ta’ala sebagaimana yang disabdakan oleh Rosulullah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.

3. Harus mengislamkan Akhlaqnya,Artinya seorang muslim dalam hidup ditengah tengah masyarakat,berinteraksi dengan mereka harus berpatokan pada perilaku atau akhlaq yang telah dicontohkan oleh Rosulullah dalam sunnah sunnah beliau.Diantara akhlaq yang beliau contohkan antara lain:
  • Bersikap Wara’(hati hati) terhadap Syubhat
  • Menahan Pandangan (Ghadhul Bashar)
  • Menjaga Lidah
  • Malu (Haya’)
  • Pemaaf dan Sabar
  • Jujur
  • Rendah Hati
  • Menjauhi Prasangka,Ghibah dan mencari cela sesama muslim
  • Dermawan dan pemurah
  • Menjadi teladan yang baik
4. Harus mengislamkan Keluarga dan Rumah Tangganya.
Keluarga adalah masyarakat terkecil dari seorang muslim maka dia harus pula menata dan mengaturnya dengan aturan aturan islam

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan

Selengkapnya......

Rabu, 07 September 2011

AIR

Seekor anak rusa tampak berlari kecil di tepian sungai. Ia melompat dari bebatuan satu ke bebatuan lain yang berserakan di sepanjang sungai. Rasa dahaganya yang begitu tak tertahankan tidak melunturkan niatnya untuk mencari mata air yang jernih. Karena di situlah, ia dan ibunya biasa minum.
Sayangnya, karena longsoran tanah tepian sungai, mata air tampak tidak lagi jernih. Warnanya agak kecoklatan. “Ih, kok tidak jernih,” ujar anak rusa sambil mencari aliran mata air ke arah aliran sungai.
Ia terus menelusuri aliran sungai yang berada lebih bawah dari lokasi mata air. Sayangnya, kian ke bawah, semua anak mata air yang ia temui berwarna sama: coklat keruh. Dan kian kebawah, warnanya lebih keruh lagi.
Kecewa dengan apa yang ia temukan, sang anak rusa pun berlari meninggalkan sungai menuju semak-semak di mana ibunya berada.
”Kamu sudah minum, Nak?” tanya sang ibu rusa ketika mendapati anaknya sudah berada di dekatnya.
”Belum, Bu,” ucap sang anak rusa tampak kesal.
”Kenapa? Kan kamu sudah tahu di mana mata air yang jernih itu berada,” sergah sang ibu rusa kemudian.
”Airnya keruh, Bu. Dan semua anak mata air yang berada di bawahnya pun sama, bahkan lebih keruh lagi,” ungkap sang anak rusa tidak mampu lagi menahan kekecewaannya.
Induk rusa pun menghampiri anaknya lebih dekat lagi. ”Anakku, kamu dapat pelajaran baru dari keruhnya mata air,” ucap sang induk rusa tiba-tiba.
”Maksud ibu?” tanya sang anak rusa begitu penasaran.
”Anakku, kalau mata air yang berada di bagian atas sungai keruh, semua aliran anak mata air di bawahnya akan lebih keruh lagi. Begitulah alam mengajarkan kita,” jelas sang ibu rusa diiringi anggukan anaknya.
**
Ada dahaga ruhani ketika kehidupan di negeri ini kian jauh dari kepuasan jiwa. Orang menjadi begitu jatuh cinta dengan dunia materi, dan tidak lagi perduli dengan orang-orang di sekitarnya.
Pada dahaga itu, orang pun merindukan sumber mata air ruhani nan jernih yang bisa memuaskan rasa haus mereka. Namun, ketika mata air yang berada di atas mulai keruh karena longsoran butiran tanah tepian sungai kehidupan, jangan kecewa ketika anak-anak mata air di bawahnya ditemukan jauh lebih keruh lagi.
Karena begitulah, Allah mengajarkan kita melalui alam ini. (muhammadnuh@eramuslim.com)

Selengkapnya......