2. Harus mengislamkan Ibadahnya,Artinya seorang muslim dalam menjalankan ibadah harus sesuai dengan ibadah ibadah yang telah dicontohkan oleh Rosulullah.Tidak boleh menambah atau mengurangi apalagi membuat buat sendiri ibadah yang baru ,karena semua ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rosulullah itu akan tertolak dihadapan Allah ta’ala sebagaimana yang disabdakan oleh Rosulullah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a
Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.
3. Harus mengislamkan Akhlaqnya,Artinya seorang muslim dalam hidup ditengah tengah masyarakat,berinteraksi dengan mereka harus berpatokan pada perilaku atau akhlaq yang telah dicontohkan oleh Rosulullah dalam sunnah sunnah beliau.Diantara akhlaq yang beliau contohkan antara lain:
- Bersikap Wara’(hati hati) terhadap Syubhat
- Menahan Pandangan (Ghadhul Bashar)
- Menjaga Lidah
- Malu (Haya’)
- Pemaaf dan Sabar
- Jujur
- Rendah Hati
- Menjauhi Prasangka,Ghibah dan mencari cela sesama muslim
- Dermawan dan pemurah
- Menjadi teladan yang baik
Keluarga adalah masyarakat terkecil dari seorang muslim maka dia harus pula menata dan mengaturnya dengan aturan aturan islam
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan
